PTKIS Berkontribusi Besar bagi Pendidikan Tinggi di Indonesia

Revisi Undangan RAKERPIM Kopertais Wilayah I DKI Jakarta
January 29, 2018
Penyederhanaan Nomenklatur Prodi Mempermudah Administrasi Kelembagaan
February 14, 2018

PTKIS Berkontribusi Besar bagi Pendidikan Tinggi di Indonesia

Berita Kopertais I Online – Rapat kerja Kopertais Wilayah 1 DKI Jakarta dengan pimpinan PTKIS adalah salah satu agenda kerja di tahun 2018. Kegiatan tersebut berlangsung pada 6-7 Februari 2018 bertempat di eL Royale Hotel Bandung dan dihadiri oleh para pimpinan PTKIS di bawah binaan Kopertais Wilayah 1 DKI Jakarta.Rapat kerja Kopertais Wilayah 1 DKI Jakarta menghadirkan beberapa narasumber, yakni Direktur Jenderal Pendidikan Islam Prof. Phil Kamaruddin Amin, MA, Direktur Diktis Prof. Dr. Arskal Salim, MA, Kasubdit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Dr. Mohammad Zain, M.Ag dan Kasubdit Kompetensi Sumber Daya Manusia Kemenristek Dikti Mulyono, SH, MH.

Kegiatan rapat kerja dibuka oleh Wakil Koordinator Kopertais Wilayah 1 DKI Jakarta Prof. Dr. H. Fathurrahman Djamil, MA. Dalam sambutannya, Wakil Koordinator menyampaikan pencapaian kerja Kopertais Wilayah 1 DKI Jakarta selama 1 tahun sebelumnya.

Penyampaian materi oleh Prof. Phil Kamaruddin Amin, MA yang di moderatori oleh Kasubag. Bina PTKIS Hj. Helmi Halimatul Udhmah, M.Si menekankan pada pencapaian kontribusi PTKIS bagi pendidikan tinggi di Indonesia. Menurutnya, salah satu distingsi Indonesia adalah kontribusi masyarakat yang sangat tinggi dalam meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia. Angka partisipasi kasar nasional pendidikan tinggi Indonesia sekarang ini sudah mencapai sekitar 31 persen  dan lebih dari 60 persen angka partisipasi kasar tersebut di kontribusikan oleh PTKIS. Oleh karena itu, pemerintah sangat berterimakasih pada PTKIS atas kontribusi yang sangat besar terhadap pendidikan Indonesia.

Namun di lain sisi, Prof. Phil Kamaruddin Amin, MA juga menyampaikan bahwa masih ada sekitar 69 persen anak-anak Indonesia yang tidak mempunyai kesempatan menempuh pendidikan tinggi. Dalam pencapaian angka partisipasi kasar pendidikan, Indonesia masih berada dibawah Thailand, Malaysia dan Singapura. Hingga tahun 2017, kementerian agama memliliki 743 perguruan tinggi dimana terdapat hampir 700 PTKIS dengan 60 persen jumlah mahasiswa berada di PTKIS.

PTKIS sebagai penopang pendidikan tinggi Indonesia memiliki tantangan yang termuat dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2014-2019 yakni mengenai mutu dan kualitas. Untuk itu, kementerian agama berharap PTKIS bisa terakreditasi minimal B.

Terdapat beberapa langkah yang sudah dilakukan kementerian agama untuk  mewujudkan perguruan tinggi terakreditasi A, yakni mengupayakan mendirikan lembaga akreditasi mandiri dibawah naungan kementerian agama dimana lembaga tersebut bertugas melakukan  akreditasi prodi keagamaan. Dengan adanya lembaga akreditasi mandiri, diharapkan mampu mengakselerasi proses akreditasi perguruan tinggi di bawah naungan kementerian agama. Langkah lainnya yang dilakukan yakni mengupayakan untuk menjadikan Kopertais sebagai sebuah satuan kerja sehingga afirmasi bisa menjadi lebih kuat.

span lang=”IN” style=”margin: 0px; line-height: 150%; font-family: ‘Arial’,sans-serif; font-size: 12pt;”>Dalam penyampaian mengenai pendirian PTKIS baru, Prof. Phil Kamaruddin Amin, MA menyatakan bahwa hingga tahun 2017 mahasiswa yang berada di Indonesia jumlahnya tidak kurang dari 6 juta mahasiswa dan 1,5 juta diantaranya adalah mahasiswa fakultas tarbiyah. Kementerian agama saat ini sedang mempertimbangkan untuk menutup atau melakukan moratorium pemberian ijin pendirian fakultas tarbiyah karena jumlahnya yang sudah sangat besar.  Dan kedepannya tidak hanya lulusan kependidikan yang bisa menjadi guru, melainkan lulusan fakultas non-kependidikan juga bisa menjadi guru melalui program peningkatan profesi guru (PPG). (Syafi’i/Lazuardi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *