Seminar Internasional dalam Menghadapi berbagai Peluang dan Tantangan di era 4.0

Kegiatan Kopertais I Online — Pokja penelitian dan Jurnal Kopertais wilayah I DKI Jakarta mengadakan agenda untuk kedua kalinya setelah agenda pertama sukses mengundang lebih dari 80 orang dalam acara sosialisasi penelitian tahun anggaran 2020, agenda kedua kali ini berbentuk seminar international dan MoU dengan Private School Association Jammu and Khasmir, India bertajuk” Private Islamic Higher Education in 4.0 Era: Opportunities And Challenges”  dengan tujuan mempersiapkan PTKIS dalam menghadapi berbagai peluang dan tantangan di era 4.0 yang notabene menjadi sebuah keharusan bagi PTKIS ikut andil bersaing dari sisi kelembagaan maupun dari sisi SDM untuk mendorong para dosen untuk melaksanakan tridarma perguruan tinggi dengan maksimal sehingga dapat menghasilkan profil lulusan yang diperlukan untuk mengisi ruang 4.0, jika hal ini tidak dilakukan maka PTKIS tidak akan bertahan. Berbagai layanan PTKIS yang harus disediakan untuk menyikapi 4.0 adalah pendidikan sepanjang hayat, pendidikan terbuka, Pendidikan flexible, pendidikan yang dapat memberikan layanan upskilling dan reskilling serta pendidikan micro credential berkait dengan ketrampilan tambahan untuk meningkatkan kekuatan ekonomi, hal ini disampaikan oleh Dwi selaku motor pokja penelitian dan jurnal wilayah I DKI Jakarta yamg penyelenggaraannya bertempat di aula 1 kopertais wilayah I DKI Jakarta

Seminar Internasional dan MoU dihadiri oleh Prof Amany Lubis selaku Koordinator Kopertais wilayah I DKI Jakarta, Prof. Hamidullah Marazi from University of Kashmir, Dr. Agus Soleh selaku Subdit Kelembagaan dan Kerjasama, Dr. Muhammad Zain selaku Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Lektur, Khazanah Keagamaan, dan Manajemen Organisasi Badan Penelitian dan Pengembangan, dan Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Agama dan MOU ditantangani oleh Dr GN Var selaku president Private School Association Jammu and Khasmir. Agenda ini dihadiri oleh 27 PTKIS dan 83 peserta yang terdaftar dan yang mengikuti MOU dengan private school association Jammu and Khasmir adalah sebanyak 27 PTKIS.

Dalam sambutannya Prof Amany Lubis memberikan pesan dalam sambutannya bahwa era 4.0 memiliki banyak kesempatan untuk pengembangan PTKIS kedepan, seperti pengadaan online learning, blended learning (online and face to face), pengajaran berbasis IT, atau pembelajaran mandiri berbasis e-learning dengan mengadopsi e-learning maka ini disebut sebagai kesiapan menghadapi tantangan 4.0 era, Prof Hamidullah Marazi menambahkan bahwa untuk menghadapi 4.0 harus melakukan penguatan literacy seperti membaca, menulis dan publikasi di kalangan muslim, disamping itu Dr.Zain dalam paparannya menyampaikan agar di era 4.0 tidak melupakan untuk tetap melestarikan kearifan local yaitu dengan riset-riset pada literature dalam hal ini berbagai manuskrip nusantara. (dwi)

Seminar Internasional dan Kerjasama (MoU)

Undangan Kopertais I Online — Tim POKJA Kopertais Wilayah I DKI Jakarta menyelenggarakan kegiatan Seminar Internasional dan Kerjasama (MoU) tema “Private Islamic Higher Eduaction in 4.0 Era: Opportunities and Challenges” dengan menghadirkan:

Speakers :

  1. Prof. Dr. M. Arskal Salim, GP., M.Ag (Direktur PTKI Kemenag RI, Indonesia)
  2. Prof. Dr. Amany Lubis, MA (Koordinator Kopertais Wilayah I DKI Jakarta, Indonesia)
  3. Prof. Dr. Hamidullah Marazi (Head, Debt. Religious Studies Central University of Kashmir, India)
  4. Dr. Muhammad Zain (Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Lektur, Khazanah, Keagamaan dan Manajemen Organisasi Badan Penelitian dan Pengembangan dan Pendidikan dan Pelatihan Kemenag RI, Indonesia)
  5. Drs. Agus Sholeh, M.Ed (Kasubdit Kelembagaan dan Kerjasama Kemenag RI, Indonesia)

Seminar Internasional dan Kerjasama (MoU) ini akan dilaksanakan pada hari Rabu, 16 Januari 2019 pukul : 09.00 – 12.00 wib bertempat di Ruang Teater Lt.4 Kopertais Wilayah 1 DKI Jakarta.

Seminar Internasional yang dibatasi 100 peserta dan 24 PTKIS Binaan Kopertais Wilayah I DKI Jakarta yang akan melaksanakan Kerjasama (MoU).

Fee Peserta : Rp. 150.000
Fasiltas : Seminar Kit, Sertifikat, Snack, dan Makan Siang

Contact Person: Esi Hairani (0813 8756 0152) dan Dwi Puji Lestari (0806 9678 3821)

Undangan Terlampir

Dosen Binaan Kopertais I tersertifikasi 2017 mengikuti Kegiatan Sosialisasi Sistem Sertifikasi Dosen Online Tahun 2018

Berita Kopertais I Online — Bertempat di Aula I Gedung Kopertais Wilayah I DKI Jakarta (26/02), Kopertias mengundang dosen tersertifikasi 2017 dan para Asesor di bawah Binaan Kopertais Wilayah I DKI Jakarta, dalam sambutan Wakil Koordinator Prof Dr Fathurrahman Djamil MA menyampaikan bahwa program BKD Online merupakan alat membantu efektifitas dan efesiensi pelaporan dosen yang dilakukan setiap semester sehingga memberikan kemudahan bagi dosen dalam melaporkan kinerja serta memberikan kemudahan bagi asesor dalam hal melakukan penilaian terhadap laporan dosen tersebut didapatkan selama 1 (satu) semester. Tunjangan sertifikasi dapat dicairkan jika dosen tersebut melaporkan seluruh bukti kinerja ke dalam sistem BKD Online dan telah mendapatkan nilai dari asesor. Saya mendukung terhadap penerapan pelaporan Sistem BKD Online diberlakukan untuk para dosen tersertifikasi di bawah Binaan Kopertais Wilayah I DKI Jakarta pada tahun 2018 ini. Ujarnya

Pada kegiatan ini menghadirkan Narasumber Ahmad Sulhi M.Kom (Kasubbag Akademik FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta) yang di Moderatori oleh Afried Lazuardi (Administrasi Ketenagaan), materi yang disampaikan lebih teknis bagaimana menjalankan sistem tersebut dan memaparkan cara bagaimana mengupdate biodata diri dan menginput laporan bukti kinerja Tri Dharma Perguruan Tinggi mulai dari Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian, Pengabdian pada Masyarakat, dan Penunjang.

Selanjutnya pelaksanaan kegiatan sesi kedua yaitu persamaan persepsi bagi para asesor yang akan diterbitkan dengan SK pengangkatan, Sekretaris Dr Muhammad Taufiki M.Ag mengharapkan kepada seluruh para asesor untuk menjalankan tugas dan tanggungjawab menilai hasil bukti kinerja dosen tersertifikasi, selain itu kegiatan ini diharapkan agar asesor pertama dengan asesor kedua dapat memberikan penilaian yang sesuai dengan persepsi keduanya. Ujarnya

Alhamdulillah kegiatan ini mendapatkan respon baik dari seluruh dosen tersertifikasi 2017 sangat positif dan siap menerapkan program ini dan Kopertais mengaharapkan Lembaga Penjaminan Mutu PTKIS dapat membantu dalam proses pelaporan kepada para dosen di lingkungan Perguruan Tingginya masing-masing. (lazuardi)

Dosen teregistrasi menjadi Satu Kunci Keberhasilan Sistem Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi

Berita Kopertais I Online – Pelaksanaan hari kedua rapat kerja Kopertais Wilayah 1 DKI Jakarta dengan pimpinan PTKIS menghadirkan Mulyono, SH, MH selaku Kasubdit Kompetensi Sumber Daya Manusia Kemenristek Dikti.

Dalam pembukaan materinya,  Mulyono, SH, MH yang di moderatori oleh Zulpikar S.E.I menyatakan bahwa seorang dosen dapat dikatakan dosen apabila sudah teregistrasi dalam data Pangkalan Data Perguruan Tinggi (PD-Dikti). Data yang teregistrasi akan memberikan manfaat yang besar bagi pribadi dosen tersebut juga bagi instansi tempatnya mengabdi.

Data dosen yang teregistrasi menjadi satu kunci keberhasilan sistem penjaminan mutu. Berbagai kelebihan fasilitas yang dimiliki perguruan tinggi tidak akan berarti jika tida ada dosen yang memenuhi syarat maka penjaminan mutunya tidak akan bagus. Data-data dosen harus teregistrasi secara lengkap dalam sistem. Bagi kemenristek-dikti, data dosen tersebut digunakan untuk memberi ranking serta cluster perguruan tinggi di Indonesia, namun hanya terbatas bagi perguruan tinggi yang berada di bawah naungan kemenristek-dikti. Proses cluster tersebut dipengaruhi oleh data dosen sebagai salah satu komponen sumber daya manusia yang dimiliki perguruan tinggi .

Dalam pemaparan lebih lanjut, disampaikan bahwa pada saat ini kemenristek-dikti tengah merancang sistem integrasi dari beberapa sistem seperti sistem jabatan fungsional, sertifikasi dosen, BKD  dimana sistem tersebut dikenal sebagai Sistem Informasi Sumber Daya Terintegrasi (SISTER). Sistem SISTER bekerja secara realtime dan setiap dosen akan memiliki akunya masing-masing sehingga tidak bergantung kepada pihak lain untuk mengupdate data. Di rencanakan pada tahun 2018 akan dilakukan sosialisasi mengenai sistem SISTER kepada seluruh dosen.

Terkait dengan data-data perangkat perguruan tinggi, mulai tahun 2017 BAN-PT melalui sistem SAPTO sudah menggunakan data dari PD-Dikti sebanyak 10%. Direncanakan pada tahun 2018 di canangkan sebesar 20% dan akan meningkat untuk tahun-tahun kedepannya. Data-data perguruan tinggi tersebut meliputi nama institusi, nama prodi, data dosen, data mahasiswa, status institusi dan prodi.

Berkaitan khusus dengan registrasi pendidik, terdapat Permenristek-dikti yang mengatur mengenai pemberian nomor induk dosen. Mulai saat ini,  seluruh dosen harus memiliki nomor induk supaya seluruh informasi mengenai dosen dapat diketahui dengan pasti. Permenristek-dikti tersebut juga memberikan kesempatan kepada para dosen untuk bisa menularkan ilmunya Pemberian nomor induk tersebut juga bermanfaat bagi dosen untuk mengidentifikasi hak-hak dari profesinya. Manfaat lain dari Permenristek-dikti tersebut juga mampu meningkatkan angka partisipasi kasar dimana jika ada penambahan dosen teregistrasi maka akan ada penambahan kuota mahasiswa.  Dosen tidak hanya sebgai pengajar, peneliti dan pengabdian tetapi juga berfungsi sebagai pembimbing skripsi. Penambahan dosen akan meningkatkan rasio dosen-mahasiswa. Selain itu penambahan dosen juga memberikan intensifitas yang lebih baik terhadap kualitas pendidikan mahasiswa. (Syafi’ih/Lazuardi)

Penyederhanaan Nomenklatur Prodi Mempermudah Administrasi Kelembagaan

Berita Kopertais I Online – Rapat kerja Kopertais Wilayah 1 DKI Jakarta dengan pimpinan PTKIS juga menghadirkan Prof. Dr. Arskal Salim, MA selaku Direktur Diktis dan di moderatori oleh Wakil Koordinator Kopertais Wilayah 1 DKI Jakarta Prof. Dr. H. Fathurrahman Djamil, MA.

Penyampaian materi oleh Prof. Dr. Arskal Salim, MA berkaitan mengenai kebijakan akademik dan kelembagaan. Menurutnya, sistem penjaminan mutu merupakan sistem yang berkaitan dengan kualitas dari PTKIS. Setiap PTKIS wajib meningkatkan mutu dan kualitas demi mewujudkan pendidikan yang baik. Sistem penjaminan mutu yang harus di tingkatkan yakni mutu internal dimana dilaksanakan oleh masing-masing PTKIS serta mutu eksternal yang dilaksanakan oleh BAN-PT.

Hingga tahun 2017, menurut data yang ada di Pendis- Dikti terdapat 57 PTKIN dan sekitar 763 adalah PTKIS. Banyaknya PTKIS tersebut menjadikan Indonesia di atas China yang jumlah penduduknya jauh lebih besar. Pemerintah berterimakasih kepada para PTKIS yang telah ikut serta berkontribusi mencerdaskan kehidupan bangsa. Partisipasi tersebut turut serta meningkatkan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi di Indonesia.

Dalam pemaparan materi mengenai akademik, Prof. Dr. Arskal Salim, MA menyatakan bahwa saat ini terdapat beberapa prodi yang memiliki kesamaan keilmuan namun berbeda dari segi nomenklatur dan menghasilkan gelar lulusan yang sama. Hal tersebut dapat menimbulkan suatu masalah dan lulusannya lebih sulit diterima di dunia kerja. Oleh karena itu, salah satu kebijakan yang akan dilakukan kementerian agama adalah dengan menyederhanakan prodi-prodi tersebut. Diharapkan melalui penyerderhanaan tersebut, lulusan perguruan tinggi dapat lebih diterima di dunia kerja melalui gelar yang didapatkannya.

Dalam kebijakan kelembagaan, kementerian agama telah memberikan ijin pembukaan prodi yang cukup banyak bagi prodi pendidikan agama Islam (PAI) dan fakultas tarbiyah. Untuk itu, kementerian agama berencana melakukan moratorium. Terkait dengan upaya  meningkatkan akreditasi PTKIS, kementerian agama sedang melakukan pendirian lembaga akreditasi mandiri. Diharapkan dengan adanya lembaga tersebut, PTKIN dan PTKIS di bawah naungan kementerian agama bisa terakreditasi secara cepat dan mendapatkan hasil akreditasi yang baik. (Syafi’ih/Lazuardi)

PTKIS Berkontribusi Besar bagi Pendidikan Tinggi di Indonesia

Berita Kopertais I Online – Rapat kerja Kopertais Wilayah 1 DKI Jakarta dengan pimpinan PTKIS adalah salah satu agenda kerja di tahun 2018. Kegiatan tersebut berlangsung pada 6-7 Februari 2018 bertempat di eL Royale Hotel Bandung dan dihadiri oleh para pimpinan PTKIS di bawah binaan Kopertais Wilayah 1 DKI Jakarta.Rapat kerja Kopertais Wilayah 1 DKI Jakarta menghadirkan beberapa narasumber, yakni Direktur Jenderal Pendidikan Islam Prof. Phil Kamaruddin Amin, MA, Direktur Diktis Prof. Dr. Arskal Salim, MA, Kasubdit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Dr. Mohammad Zain, M.Ag dan Kasubdit Kompetensi Sumber Daya Manusia Kemenristek Dikti Mulyono, SH, MH.

Kegiatan rapat kerja dibuka oleh Wakil Koordinator Kopertais Wilayah 1 DKI Jakarta Prof. Dr. H. Fathurrahman Djamil, MA. Dalam sambutannya, Wakil Koordinator menyampaikan pencapaian kerja Kopertais Wilayah 1 DKI Jakarta selama 1 tahun sebelumnya.

Penyampaian materi oleh Prof. Phil Kamaruddin Amin, MA yang di moderatori oleh Kasubag. Bina PTKIS Hj. Helmi Halimatul Udhmah, M.Si menekankan pada pencapaian kontribusi PTKIS bagi pendidikan tinggi di Indonesia. Menurutnya, salah satu distingsi Indonesia adalah kontribusi masyarakat yang sangat tinggi dalam meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia. Angka partisipasi kasar nasional pendidikan tinggi Indonesia sekarang ini sudah mencapai sekitar 31 persen  dan lebih dari 60 persen angka partisipasi kasar tersebut di kontribusikan oleh PTKIS. Oleh karena itu, pemerintah sangat berterimakasih pada PTKIS atas kontribusi yang sangat besar terhadap pendidikan Indonesia.

Namun di lain sisi, Prof. Phil Kamaruddin Amin, MA juga menyampaikan bahwa masih ada sekitar 69 persen anak-anak Indonesia yang tidak mempunyai kesempatan menempuh pendidikan tinggi. Dalam pencapaian angka partisipasi kasar pendidikan, Indonesia masih berada dibawah Thailand, Malaysia dan Singapura. Hingga tahun 2017, kementerian agama memliliki 743 perguruan tinggi dimana terdapat hampir 700 PTKIS dengan 60 persen jumlah mahasiswa berada di PTKIS.

PTKIS sebagai penopang pendidikan tinggi Indonesia memiliki tantangan yang termuat dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2014-2019 yakni mengenai mutu dan kualitas. Untuk itu, kementerian agama berharap PTKIS bisa terakreditasi minimal B.

Terdapat beberapa langkah yang sudah dilakukan kementerian agama untuk  mewujudkan perguruan tinggi terakreditasi A, yakni mengupayakan mendirikan lembaga akreditasi mandiri dibawah naungan kementerian agama dimana lembaga tersebut bertugas melakukan  akreditasi prodi keagamaan. Dengan adanya lembaga akreditasi mandiri, diharapkan mampu mengakselerasi proses akreditasi perguruan tinggi di bawah naungan kementerian agama. Langkah lainnya yang dilakukan yakni mengupayakan untuk menjadikan Kopertais sebagai sebuah satuan kerja sehingga afirmasi bisa menjadi lebih kuat.

Dalam penyampaian mengenai pendirian PTKIS baru, Prof. Phil Kamaruddin Amin, MA menyatakan bahwa hingga tahun 2017 mahasiswa yang berada di Indonesia jumlahnya tidak kurang dari 6 juta mahasiswa dan 1,5 juta diantaranya adalah mahasiswa fakultas tarbiyah. Kementerian agama saat ini sedang mempertimbangkan untuk menutup atau melakukan moratorium pemberian ijin pendirian fakultas tarbiyah karena jumlahnya yang sudah sangat besar.  Dan kedepannya tidak hanya lulusan kependidikan yang bisa menjadi guru, melainkan lulusan fakultas non-kependidikan juga bisa menjadi guru melalui program peningkatan profesi guru (PPG). (Syafi’i/Lazuardi)

Revisi Undangan RAKERPIM Kopertais Wilayah I DKI Jakarta

Sehubungan dengan akan dilaksanakan Rapat Kerja Akhir Tahun Pimpinan (RAKERPIM), Kopertais dengan para Pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) di bawah Binaan Kopertais Wilayah I DKI Jakarta, bersama ini kami informasikan perubahan acara (Undangan Terlampir dan Susunan Acara Terlampir) yang akan diselenggarakan pada Hari/Tanggal, Selasa-Rabu 6-7 Februari 2018, Pukul. 13.00 – wib bertempat di El Royale Hotel Bandung (Hotel Panghegar Bandung) Jl. Merdeka No.2, Baraga, Sumur Bandung, dengan Tema “Penguatan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) PTKIS 2018” dengan mengundang Dirjen Pendis Kementrian Agama Republik Indonesia (RI) Prof. Dr. Phil. Kamaruddin Amir, MA.

Demikian revisi undangan ini kami sampaikan, atas perhatiannya diucapkan terimakasih.

Kunjungan Audiensi STEI Bani Shaleh Ke Kopertais 1 DKI Jakarta

Berita Kopertais I Online — Kopertais Wilayah I DKI Jakarta menerima kunjungan audiensi Pengurus STEI Bani Shaleh terkait proses akreditasi yang di wakili oleh Dr. Lilis Suryani selaku Kaprodi PIAUD, Yuli Diah S. selaku Kaprodi PGMI, A. Mahfudi, M.Pd selaku Wakil Ketua 1  Bidang Akademik,  Misran Nuryanto selaku Wakil Ketua 2 Bidang Keuangan dan Dedi Mulyadi selaku Kepala Bagian Keuangan. (10/01).

Dalam kunjungan audiensi tersebut, Pengurus STEI Bani Shaleh memberikan pemaparan mengenai persiapan akreditasinya. Pemaparan ditutup dengan permintaan review dan saran-saran mengenai proses akreditasi.

Setelah mendengar pemaparan dari Pengurus STEI Bani Shaleh, Dr Muhammad Taufiki, M.Ag selaku sekretaris Kopertais I memberikan tanggapan bahwa prosedur dan persyaratan akreditasi mengacu kepada aturan yang ada di Badan Akreditasi Nasional – Perguruan Tinggi (BAN-PT) dimana salah satu persyaratannya adalah memiliki enam dosen yang sudah mendapatkan nomor induk dosen nasional (NIDN). Sekretaris koordinator menjelaskan bahwa dosen ber-NIDN tersebut adalah dosen yang mengabdikan dirinya secara penuh untuk memajukan perguruan tinggi sehingga dengan adanya batas minimal enam dosen ber-NIDN dapat mendongkrak kemajuan perguruan tinggi.

Tanggapan lebih lanjut disampaikan sekretaris koordinator bahwa proses akreditasi dilakukan dengan mengisi beberapa borang penilaian, salah satunya adalah borang IIIA yang memuat tujuh standar penilaian. Proses analisis data-data borang dilakukan menggunakan analisis SWOT yang berkaitan mengenai kekuatan, kelemahan, peluang dan tantangan. Data-data borang yang telah lengkap selanjutnya harus di upload dalam Sistem Akreditasi Perguruan Tinggi Online (SAPTO) BAN-PT. Jika data akreditasi belum terupload secara lengkap, maka data borang tidak akan diverifikasi.

Dalam masa enam bulan sebelum habis masa akreditasi, maka status akreditasi tersebut dinyatakan mati jika belum ada data yang di upload dalam SAPTO BAN-PT. Namun jika dalam periode tersebut sudah melakukan upload data, akreditasi dinyatakan berstatus warning.

Dalam kalimat penutupnya, sekretaris koordinator meminta tim akreditasi secara lengkap datang dalam setiap kegiatan yang berkaitan dengan akreditasi sehingga setiap pembahasan mengenai akreditasi dapat dipahami secara utuh. (MS/AL)

Kopertais I menyelenggarakan Workshop Penulisan Karya Ilmiah bagi para Dosen PTKIS

Berita Kopertais I Online — Publikasi artikel atau paper secara internasional sangat diperlukan oleh setiap sivitas akademika di era teknologi informasi yang modern ini. Setiap akademisi tidak hanya menciptakan karya-karya ilmiah yang baru, namun juga dituntut untuk mendeseminasikan karya-karya tersebut. Jenis karya ilmiah yang dapat dipublikasikan adalah jurnal, baik nasional maupun internasional. Dalam rangka mendukung dan menambah pengetahuan civitas akademika tentang pembuatan jurnal internasional, Kopertais Wilayah I DKI Jakarta menggelar Workshop Nasional “Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah”.

Workshop ini bertujuan untuk membangkitkan motivasi para Dosen PTKIS dalam menulis karya ilmiah serta mempublikasikannya. Selain itu, dalam workshop diberikan tips dan trik khusus dalam menembus publikasi pada jurnal internasional dengan menghadirkan tiga pembicara utama yakni Dr. Mahrus, M.Ag (KASI Publikasi Karya Ilmiah Kementrian Agama RI) dan Dr. Anis Masykur, S.Ag., MA (KASI Penelitian dan Pengelolaan HAKI Kementrian Agama RI), dan Dr. Mulawarman, Lc., MA.Hum (Dosen PTIQ). (lazuardi)