Kunjungan Audiensi STEI Bani Shaleh Ke Kopertais 1 DKI Jakarta

Berita Kopertais I Online — Kopertais Wilayah I DKI Jakarta menerima kunjungan audiensi Pengurus STEI Bani Shaleh terkait proses akreditasi yang di wakili oleh Dr. Lilis Suryani selaku Kaprodi PIAUD, Yuli Diah S. selaku Kaprodi PGMI, A. Mahfudi, M.Pd selaku Wakil Ketua 1  Bidang Akademik,  Misran Nuryanto selaku Wakil Ketua 2 Bidang Keuangan dan Dedi Mulyadi selaku Kepala Bagian Keuangan. (10/01).

Dalam kunjungan audiensi tersebut, Pengurus STEI Bani Shaleh memberikan pemaparan mengenai persiapan akreditasinya. Pemaparan ditutup dengan permintaan review dan saran-saran mengenai proses akreditasi.

Setelah mendengar pemaparan dari Pengurus STEI Bani Shaleh, Dr Muhammad Taufiki, M.Ag selaku sekretaris Kopertais I memberikan tanggapan bahwa prosedur dan persyaratan akreditasi mengacu kepada aturan yang ada di Badan Akreditasi Nasional – Perguruan Tinggi (BAN-PT) dimana salah satu persyaratannya adalah memiliki enam dosen yang sudah mendapatkan nomor induk dosen nasional (NIDN). Sekretaris koordinator menjelaskan bahwa dosen ber-NIDN tersebut adalah dosen yang mengabdikan dirinya secara penuh untuk memajukan perguruan tinggi sehingga dengan adanya batas minimal enam dosen ber-NIDN dapat mendongkrak kemajuan perguruan tinggi.

Tanggapan lebih lanjut disampaikan sekretaris koordinator bahwa proses akreditasi dilakukan dengan mengisi beberapa borang penilaian, salah satunya adalah borang IIIA yang memuat tujuh standar penilaian. Proses analisis data-data borang dilakukan menggunakan analisis SWOT yang berkaitan mengenai kekuatan, kelemahan, peluang dan tantangan. Data-data borang yang telah lengkap selanjutnya harus di upload dalam Sistem Akreditasi Perguruan Tinggi Online (SAPTO) BAN-PT. Jika data akreditasi belum terupload secara lengkap, maka data borang tidak akan diverifikasi.

Dalam masa enam bulan sebelum habis masa akreditasi, maka status akreditasi tersebut dinyatakan mati jika belum ada data yang di upload dalam SAPTO BAN-PT. Namun jika dalam periode tersebut sudah melakukan upload data, akreditasi dinyatakan berstatus warning.

Dalam kalimat penutupnya, sekretaris koordinator meminta tim akreditasi secara lengkap datang dalam setiap kegiatan yang berkaitan dengan akreditasi sehingga setiap pembahasan mengenai akreditasi dapat dipahami secara utuh. (MS/AL)

Audiensi Perguruan Tinggi Baru Binaan Kopertais Wilayah I DKI Jakarta

 

Berita Kopertais I Online — Pengurus STAI-Minhaajurroosyidiin melakukan kunjungan ke kantor Kopertais Wilayah I DKI Jakarta  (27/12), untuk melakukan audiensi terkait proses awal berjalannya Perguruan Tinggi STAI-Minhaajurroosyidiin dan sudah mendapatkan SK Izin Pendirian yang dikeluarkan oleh Diktis No. 3456 tahun 2017 (Juni) dan memulai kegiatan belajar mengajar sejak tanggal 27 September 2017. Pada awal perkuliahan ini STAI-Minhaajurroosyidiin memiliki 90 mahasiswa yang terdiri dari dua Program Studi; Ekonomi Syariah dan Hukum Keluarga Islam.

Di sampaikan oleh ketua STAI-Minhaajurroosyidiin Prof Dr Ir Sudarsono, M.Sc bahwa Prodi Ekonomi Syariah memiliki kelas reguler dan kelas karyawan, sedangkan Prodi Hukum Keluarga Islam hanya memiliki kelas karyawan. Ujar Ketua STAI-MI

Tujuan dilakukannya Audiensi ini adalah Pengenalan Pengurus, menyampaikan perjalanan dan perkembangan sejauh ini dan rencana pengembangan kedepan serta yang menjadi tujuan utama memohon arahan dari Kopertais I agar proses ini dapat berjalan dengan sesuai dengan aturan dan dapat mencapai apa yang di cita-citakan.

Setelah mendengar pemaparan dari Ketua STAI-Minhaajurroosyidiin tanggapan Prof Fathurrahman Djamil, MA selaku Wakil Koordinator Kopertais I adalah terkait pembagian waktu antara kelas reguler dengan kelas karyawan harus diatur dengan baik, kemudian fathurrahman tertarik dengan dua Prodi yang ada pada STAI-Minhaajurroosyidiin, menurut beliau kedua Prodi tersebut memiliki perlakuan berbeda, melihat Prodi Ekonomi Syariah yang saat ini sudah sangat berkembang dan Prodi Hukum Keluarga Islam yang saat ini sedikti sekali peminatnya sehingga banyak Perguruan Tinggi yang “gulung tikar”, beliau mengharapkan semoga STAI-Minhaajurroosyidiin terus dapat berkembang, selain itu fathurrahman memberikan saran agar perlakuan kepada masing-masing prodi harus menunjukan keungulan yang terdapat pada STAI-Minhaajurroosyidiin dan untuk prodi Hukum Keluarga Islam harus lah memiliki manajemen yang baik dalam pengelolan. Tidak lupa beliau juga mengingatkan terkait administrasi dosen agar segera mengurus hombase dari masing-masing prodi karena melihat peraturan perbandingan rasio dosen dan mahasiswa, fathurrahman juga mengingatkan program kelas jauh bagi STAI-Minhaajurroosyidiin untuk tidak dilaksanakan karena tidak sesuai aturan dan berdampak buruk kepada hasil lulusan. ujarnya.

Sedangkan tanggapan Dr Muhammad Taufiki, M.Ag selaku sekretaris Kopertais I belum melihat pemaparan yang diharapkan, hal yang sangat mendasar tersebut adalah Visi Misi, karena menurut beliau hal tersebut menjadi dasar yang sangat penting karena sebagai penentu gerak kedepan agar sesuai dengan cita-cita yang diharapkan. Selain Visi Misi juga berharap sudah memiliki Renstra dan Statuta, dua hal mendasar tersebut menjadi pokok pembahasan beliau. Selain itu beliau juga mengingatkan untuk segera mendaftarkan akun sistem pelaporan data EMIS dan FORLAP DIKTI, dan saat ini paling urgent segera mengajukan permohoanan penerbitan NIRM (Nomor Induk Registrasi Mahasiswa) yang dikeluarkan oleh Kopertais Wilayah I DKI Jakarta. (AF/AL)