Penerima Beasiswa yang tertera dalam SK PPK Diktis tahun Anggaran 2018

Pegumuman Kopertais I Online — Kami informasikan penerima beasiswa sesuai dengan Surat Keputusan PPK DIKTIS, yang diantaranya terdapat surat permohonan laporan pertanggungjawaban dana beasiswa, meliputi :

1. Beasiswa Adiktis 3T
2. Beasiswa Bidikmisi RB 2018, On Going 2015. 2016, 2017 dan hutang Bidikmisi 2017
3. Beasiswa BPPA
4. Beasiswa Tahfidz Al Qur’an
5. Beasiswa Pemagangan

Kepada pihak PTKIS yang menerima Beasiswa tersebut, untuk segera melaporkan SPJ ke Subdit Sarana Prasarana dan Kemahasiswaan Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI. Gedung C Lantai 7 Jl. Lapangan Banteng Barat No.3-4, Jakarta Pusat

SK, Lampiran dan Form silahkan klik untuk mendownload.

Penyederhanaan Nomenklatur Prodi Mempermudah Administrasi Kelembagaan

Berita Kopertais I Online – Rapat kerja Kopertais Wilayah 1 DKI Jakarta dengan pimpinan PTKIS juga menghadirkan Prof. Dr. Arskal Salim, MA selaku Direktur Diktis dan di moderatori oleh Wakil Koordinator Kopertais Wilayah 1 DKI Jakarta Prof. Dr. H. Fathurrahman Djamil, MA.

Penyampaian materi oleh Prof. Dr. Arskal Salim, MA berkaitan mengenai kebijakan akademik dan kelembagaan. Menurutnya, sistem penjaminan mutu merupakan sistem yang berkaitan dengan kualitas dari PTKIS. Setiap PTKIS wajib meningkatkan mutu dan kualitas demi mewujudkan pendidikan yang baik. Sistem penjaminan mutu yang harus di tingkatkan yakni mutu internal dimana dilaksanakan oleh masing-masing PTKIS serta mutu eksternal yang dilaksanakan oleh BAN-PT.

Hingga tahun 2017, menurut data yang ada di Pendis- Dikti terdapat 57 PTKIN dan sekitar 763 adalah PTKIS. Banyaknya PTKIS tersebut menjadikan Indonesia di atas China yang jumlah penduduknya jauh lebih besar. Pemerintah berterimakasih kepada para PTKIS yang telah ikut serta berkontribusi mencerdaskan kehidupan bangsa. Partisipasi tersebut turut serta meningkatkan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi di Indonesia.

Dalam pemaparan materi mengenai akademik, Prof. Dr. Arskal Salim, MA menyatakan bahwa saat ini terdapat beberapa prodi yang memiliki kesamaan keilmuan namun berbeda dari segi nomenklatur dan menghasilkan gelar lulusan yang sama. Hal tersebut dapat menimbulkan suatu masalah dan lulusannya lebih sulit diterima di dunia kerja. Oleh karena itu, salah satu kebijakan yang akan dilakukan kementerian agama adalah dengan menyederhanakan prodi-prodi tersebut. Diharapkan melalui penyerderhanaan tersebut, lulusan perguruan tinggi dapat lebih diterima di dunia kerja melalui gelar yang didapatkannya.

Dalam kebijakan kelembagaan, kementerian agama telah memberikan ijin pembukaan prodi yang cukup banyak bagi prodi pendidikan agama Islam (PAI) dan fakultas tarbiyah. Untuk itu, kementerian agama berencana melakukan moratorium. Terkait dengan upaya  meningkatkan akreditasi PTKIS, kementerian agama sedang melakukan pendirian lembaga akreditasi mandiri. Diharapkan dengan adanya lembaga tersebut, PTKIN dan PTKIS di bawah naungan kementerian agama bisa terakreditasi secara cepat dan mendapatkan hasil akreditasi yang baik. (Syafi’ih/Lazuardi)

PTKIS Berkontribusi Besar bagi Pendidikan Tinggi di Indonesia

Berita Kopertais I Online – Rapat kerja Kopertais Wilayah 1 DKI Jakarta dengan pimpinan PTKIS adalah salah satu agenda kerja di tahun 2018. Kegiatan tersebut berlangsung pada 6-7 Februari 2018 bertempat di eL Royale Hotel Bandung dan dihadiri oleh para pimpinan PTKIS di bawah binaan Kopertais Wilayah 1 DKI Jakarta.Rapat kerja Kopertais Wilayah 1 DKI Jakarta menghadirkan beberapa narasumber, yakni Direktur Jenderal Pendidikan Islam Prof. Phil Kamaruddin Amin, MA, Direktur Diktis Prof. Dr. Arskal Salim, MA, Kasubdit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Dr. Mohammad Zain, M.Ag dan Kasubdit Kompetensi Sumber Daya Manusia Kemenristek Dikti Mulyono, SH, MH.

Kegiatan rapat kerja dibuka oleh Wakil Koordinator Kopertais Wilayah 1 DKI Jakarta Prof. Dr. H. Fathurrahman Djamil, MA. Dalam sambutannya, Wakil Koordinator menyampaikan pencapaian kerja Kopertais Wilayah 1 DKI Jakarta selama 1 tahun sebelumnya.

Penyampaian materi oleh Prof. Phil Kamaruddin Amin, MA yang di moderatori oleh Kasubag. Bina PTKIS Hj. Helmi Halimatul Udhmah, M.Si menekankan pada pencapaian kontribusi PTKIS bagi pendidikan tinggi di Indonesia. Menurutnya, salah satu distingsi Indonesia adalah kontribusi masyarakat yang sangat tinggi dalam meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia. Angka partisipasi kasar nasional pendidikan tinggi Indonesia sekarang ini sudah mencapai sekitar 31 persen  dan lebih dari 60 persen angka partisipasi kasar tersebut di kontribusikan oleh PTKIS. Oleh karena itu, pemerintah sangat berterimakasih pada PTKIS atas kontribusi yang sangat besar terhadap pendidikan Indonesia.

Namun di lain sisi, Prof. Phil Kamaruddin Amin, MA juga menyampaikan bahwa masih ada sekitar 69 persen anak-anak Indonesia yang tidak mempunyai kesempatan menempuh pendidikan tinggi. Dalam pencapaian angka partisipasi kasar pendidikan, Indonesia masih berada dibawah Thailand, Malaysia dan Singapura. Hingga tahun 2017, kementerian agama memliliki 743 perguruan tinggi dimana terdapat hampir 700 PTKIS dengan 60 persen jumlah mahasiswa berada di PTKIS.

PTKIS sebagai penopang pendidikan tinggi Indonesia memiliki tantangan yang termuat dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2014-2019 yakni mengenai mutu dan kualitas. Untuk itu, kementerian agama berharap PTKIS bisa terakreditasi minimal B.

Terdapat beberapa langkah yang sudah dilakukan kementerian agama untuk  mewujudkan perguruan tinggi terakreditasi A, yakni mengupayakan mendirikan lembaga akreditasi mandiri dibawah naungan kementerian agama dimana lembaga tersebut bertugas melakukan  akreditasi prodi keagamaan. Dengan adanya lembaga akreditasi mandiri, diharapkan mampu mengakselerasi proses akreditasi perguruan tinggi di bawah naungan kementerian agama. Langkah lainnya yang dilakukan yakni mengupayakan untuk menjadikan Kopertais sebagai sebuah satuan kerja sehingga afirmasi bisa menjadi lebih kuat.

Dalam penyampaian mengenai pendirian PTKIS baru, Prof. Phil Kamaruddin Amin, MA menyatakan bahwa hingga tahun 2017 mahasiswa yang berada di Indonesia jumlahnya tidak kurang dari 6 juta mahasiswa dan 1,5 juta diantaranya adalah mahasiswa fakultas tarbiyah. Kementerian agama saat ini sedang mempertimbangkan untuk menutup atau melakukan moratorium pemberian ijin pendirian fakultas tarbiyah karena jumlahnya yang sudah sangat besar.  Dan kedepannya tidak hanya lulusan kependidikan yang bisa menjadi guru, melainkan lulusan fakultas non-kependidikan juga bisa menjadi guru melalui program peningkatan profesi guru (PPG). (Syafi’i/Lazuardi)

Pengumuman Penerbitan NIRM dan NIRL

 

Pengumuman Kopertais I Online —Merujuk peraturan Menteri Agama RI Nomor : 1 Tahun 2016 tentang Ijazah, Transkrip Akademik, dan Surat Keterangan Pendamping Ijazah Perguruan Tinggi Keagamaan dan peraturan terkait yang terdapat di Pasal 5, maka dengan ini kami informasikan kepada seluruh PTKIS di Bawah Binaan Kopertais Wilayah I DKI Jakarta mengenai pengajuan penerbitan NIRM/NIMKO dan NIRL/NILKO akan kami proses jika Akreditasi Program Studi masih dalam keadaan aktif.

Untuk tertib administratif penerbitan NIRM/NIMKO diajukan sesuai waktu yang ditetapkan paling lambat 2 (dua) Bulan setelah registrasi mahasiswa baru, dan penerbitan NIRL/NILKO diajukan paling lambat 2 (dua) bulan setelah mahasiswa dinyatakan lulus dan tidak melebihi 14 semester, lebih dari itu kami kopertais tidak dapat memproses pengajuan NIRM/NIMKO dan NIRL/NILKO.

Adapun syarat-syarat pengajuan penerbitan NIRM/NIMKO dan NIRL/NILKO sebagai berikut :

Pengajuan NIRM/NIMKO (Nomor Induk Registrasi Masuk) :

  1. Surat Pengantar dari Pimpinan yang dikirmkan ke Kopertais berbentuk hard copy;
  2. Formulir isian data mahasiswa dan photo berukuran 2×3 yang dikirimkan ke Kopertais berbentuk hard copy;
  3. Ijazah/SKL Mahasiswa Baru dikirimkan ke Kopertais berbentuk hard copy;
  4. Scan Sertifikat Akreditasi Lembaga dan Program Studi Asli yang masih aktif dikirimkan via Email kopertaisjakarta@uinjkt.ac.id cc lazuardi@uinjkt.ac.id;
  5. Soft file data pengajuan NIRM/NIMKO mahasiswa dikirimkan via Email kopertaisjakarta@uinjkt.ac.id cc lazuardi@uinjkt.ac.id;
  6. Formulir isian Pengajuan NIRM/NIMKO dan NIRL/NILKO dapat di download dilaman ini

Pengajuan NIRL/NILKO (Nomor Induk Registrasi Lulus) :

  1. Surat Pengantar dari Pimpinan yang dikirmkan ke Kopertais berbentuk hard copy;
  2. Berkas Data Mahasiswa, Berita Acara Munaqosah/SK Kelulusan yang dikirimkan ke Kopertais berbentuk hard copy;
  3. Scan Sertifikat Akreditasi Lembaga dan Program Studi Asli yang masih aktif dikirmkan via Email kopertaisjakarta@uinjkt.ac.id cc lazuardi@uinjkt.ac.id;
  4. Formulir isian Pengajuan NIRM dan NIRL dapat di download dilaman ini

Demikian informasi ini kami sampaikan atas perhatiannya diucapkan terimakasih.