IAIASA Kukuhkan 477 Wisudawan S1 dan S2: Momentum Perwujudan Sarjana Berilmu Amaliah
JAKARTA – Institut Agama Islam Shalahuddin Al-Ayyubi (IAIASA) sukses menyelenggarakan Rapat Senat Terbuka dalam rangka Wisuda Sarjana Strata Satu (S1) ke-29 dan Strata Dua (S2) ke-1 yang bertempat di Aula Serbaguna Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, pada Sabtu, 24 Januari 2026. Acara yang berlangsung khidmat ini menandai tonggak sejarah baru bagi IAIASA dengan meluluskan angkatan pertama program Pascasarjana, dengan total wisudawan mencapai 477 orang yang terdiri dari 429 lulusan S1 dan 48 lulusan S2.
Rektor IAIASA, Dr. KH. Eno Syafrudien, M.Si, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya wisuda tahun akademik 2026 yang mengusung tema "Cinta Wujudkan Sarjana Berilmu Amaliah dan Beramal Ilmiah". Beliau mengucapkan terima kasih kepada para tamu undangan serta para orang tua yang telah mempercayakan IAIASA sebagai tempat putra-putri mereka untuk belajar mengetahui dan belajar bersyukur kepada Allah SWT hingga meraih gelar akademik. Secara khusus, Rektor memberikan apresiasi kepada Kopertais Wilayah 1 atas pembinaan dan pengawasannya sehingga IAIASA mampu meningkatkan kualitas kampus melalui alih bentuk dari sekolah tinggi menjadi institut yang kini memiliki 6 prodi S1 dan 1 prodi S2.
Dengan rasa bangga, Dr. KH. Eno Syafrudien berpesan agar para wisudawan mengemban tanggung jawab moral untuk mengamalkan ilmu kepada masyarakat, karena gelar akademik bukanlah akhir perjalanan melainkan awal peran sebagai agen moralitas, keilmuan, dan moderasi. Menutup sambutannya, Rektor juga menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan selama masa perkuliahan.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Koordinator Kopertais 1, Prof. Dr. Sururin, M.Ag, yang hadir memberikan sambutan, menyampaikan rasa hormat kepada Pembina Yayasan K.H. Ma’ruf Amin beserta jajaran rektorat. Beliau mengapresiasi kontribusi IAIASA dalam upaya mencerdaskan bangsa dan memberikan perspektif mendalam mengenai tema cinta yang diangkat.
Menurut Prof. Sururin, dalam sudut pandang filsafat, cinta adalah keinginan untuk bersatu dan mewujudkan kebahagiaan bagi orang lain. Jika proses belajar disertai cinta, maka pendidikan akan berjalan penuh semangat dan mampu membentuk sikap saling menghormati. Beliau mendorong para wisudawan untuk menerapkan ilmu dengan kerangka berpikir kritis dalam menyelesaikan masalah di tengah masyarakat serta memberikan kebahagiaan bagi orang tua dan negara.
Di akhir pidatonya, Prof. Sururin memberikan pesan filosofis agar para lulusan meneladani sifat angin yang selalu bergerak membawa perubahan, memberikan manfaat tanpa harus menuntut untuk dikenal, dan menjadi sosok yang menghidupkan serta membersihkan lingkungan sekitar. Beliau menekankan bahwa angin adalah bukti kebesaran Allah SWT bagi mereka yang berpikir, sehingga para lulusan diharapkan terus bergerak dan menjadi pribadi yang bermanfaat bagi peradaban manusia dengan penuh lapang dada.
Foto-foto Lainnya
